Rabu, 19 Maret 2014

ISTILAH-ISTILAH PEMASARAN

1. DIVERSIVIKASI

Diversivikasi, adalah penyempurnaan produk, atau penciptaan produk baru untuk dapat menambah segmen pasar atau memasuki pasar baru.

Sebagai gambaran, saya beri contoh diversivikasi yang dilakukan Krisna Bali.

Krisna, oleh kebanyakan orang hanya diketahui sebagai industry oleh-oleh di Bali. Namun untuk menembus dan dapat meraih banyak segmen pasar, Krisna mulai merambah membuka Krisna Gallery & Resto, dan masih banyak lagi produk Krisna lainnya sebagai diversivikasi.

(bersambung)

Senin, 17 Maret 2014

ANALISIS SWOT PASAR OLEH-OLEH BALI

Analisis SWOT    : Terhadap Pasar Oleh-oleh Modern dan Pasar Oleh-oleh Tradisional
Sample                 : Erlangga, Krisna & Pasar Sukawati

Erlangga
Strength
a.       Hanya memiliki 2 gerai, sehingga dapat meminimalkan biaya karyawan.
b.      Dikenal menjadi pasar oleh-oleh modern pertama, yang membuat posisi produk sudah cukup melekat di masyarakat.
Weakness
a.       Lokasi yang terletak di pusat kota, jauh dari destinasi wisata Bali, yang biasa terletak di sudut-sudut terpencil Pulau Bali.
b.      2 gerai yang letaknya sangat dekat, membuat gerai yang lebih sempit kehilangan pelanggan, dan akan menjadi kerugian besar.
c.       Tidak membuka cabang di tempat lain, walau sudah buka cukup lama, seharusnya sudah mampu melebarkan sayap ke tempat-tempat wisata lain.  Sehingga produk dapat diraih oleh target pasar di tempat-tempat strategis wisatawan.
Opportunity
a.       Membuka cabang baru di lokasi yang lebih strategis, yang lebih banyak dikunjungi wisatawan.
b.      Menutup gerai yang lebih kecil, dan menggunakannya modalnya untuk pemasaran lebih lanjut.
Threat
a.       Pasar oleh-oleh modern yang menjual produk yang relatif sama, dan memiliki cabang yang lebih banyak di tempat-tempat wisata.

Krisna Oleh-oleh Bali
Strength
a.       Memiliki banyak gerai, dan terletak di tempat-tempat yang strategis dari destinasi wisata.
b.      Memiliki relasi dengan pemerintah, sehingga kerjasama pemasaran dan pengurusan lainnya bisa lebih mudah.
c.       Pelayanan yang memiliki standar kualitas, membuat dimanapun Krisna, dapat membuat target pasar merasa nyaman untuk berbelanja.
d.      Desain Gerai yang unik, etnik, dan elegan, menjadi karakter yang mampu memposisikan produk terhadap pelangan.
Weakness
a.       Harga yang relatif lebih mahal dari pasar oleh-oleh yang lain, menjadi perbandingan di benak konsumen.
b.      Produk yang dijual tidak jauh berbeda dari pesaing.
c.       Produk-produknya hanya menunjukkan karakter Bali yang sudah menonjol, tidak variatif, sehingga dapat mencitrakan, kalau kebudayaan Bali itu-itu saja.
Opportunity
a.       Membuka gerai baru di sekitar destinasi wisata lainnya.
b.      Membuat produk yang lebih variatif.
Threat
a.       Fokus pemasaran antara pasar oleh-oleh dengan Kampung Krisna yang sedang di bangun di Jimbaran.
b.      Pesaing lain yang mampu memberikan harga lebih murah, dengan variasi produk yang relatif sama.

Pasar Sukawati
Strength
a.       Menjadi satu-satunya pasar oleh-oleh tradisional di Bali yang dikenal masyarakat dan wisatawan.
b.      Dapat terjadi proses tawar-menawar.
c.       Kearifan local yang menonjol.
Weakness
a.       Harga awal yang ditawarkan relatif tinggi, singga jika sudah ditawarpun harga masih cukup mahal.
b.      Kondisi pasar yang tradisional, menyediakan fasilitas seadanya dan lingkungan yang kumuh jika terjadi hujan.
c.       Penetapan harga dan pemasaran yang tidak terorganisir, membuat pedagang mengambil keputusan sendiri.
Opportunity
a.       Mengajak pemerintah untuk mengatur sistem dipasar.
b.      Melihat kondisi secara objektif, sehingga dapat dilakukan pembenahan yang diperlukan.
Threat
a.       Semakin banyaknya pasar oleh-oleh modern yang lebih terorganisir manajemennya.
b.      Semakin banyaknya pengetahuan wisatawan akan sistem tawar-menawar.
                                               


Senin, 10 Maret 2014

3 Cakupan Pemasaran



Pemasaran Serba Sama (undifferentiated marketing)
Dalam menggunakan strategi ini, perusahaan hanya membuat satu bauran pemasaran untuk seluruh pasar. Perusahaan mengabaikan perbedaan setiap segmen, sebaliknya perusahaan memperlakukan seluruh segmen sebagai satu pasar. Focus perhatian bukanlah apa yang berbeda, melainkan apa persamaan yang bersifat umum pada seluruh segmen. Hampir sama dengan pemasaran massa; yang menawarkan satu produk untuk seluruh pasar, namun dalam pemasaran missal perusahaan menggap pasar sebagai homogen, berbeda dengan pemasaran serba sama yang menganggap pasar heterogen. Perusahaan hanya mengidentifikasi apa yang bersifat umum dari pasar, dan itulah yang dimanfaatkan.
Keuntungan strategi ini adalah biaya yang lebih rendah, karena menerapkan system produksi missal, misalnya biaya produksi.
Kelemahannya, satu produk tidak mungkin bisa memuaskan seluruh pasar. Dalam jangka panjang persaingan yang meningkat membuat strategi ini tidak bisa dipertahankan.

Pemasaran serbabeda (differentiated marketing)
Dengan strategi ini, perusahaan membuat beberapa bauran pemasaran yang ditujukan pada beberapa segmen. Dengan demikian, perusahaan akan memperoleh posisi yang lebih kuat pada segmen-segmen yang dipilihnya.
Keuntungannya, total penjualan lebih besar dibanding strategi serba sama.
Kelemahannya, biaya yang dibutuhkan akan lebih besar, biaya produksi. Biaya iklan dan promosi juga akan lebih besar dibanding pemasaran serba sama.

Pemasaran terpusat (concentrated marketing)

Strategi yang menarik, apabila sumber daya perusahaan terbatas. Misalnya perusahaan tidak mampu memasuki banyak segmen, dapat mengonsentrasikan diri pada satu segmen saja. Karena hanya melayani satu segmen, posisi lebih kuat sebab perusahaan dapat menguasai perilaku pembelian segmen secara baik. Namun, bergantung pada satu segmen saja memiliki resiko lebih besar. Kalau pesaing besar melihat segmen tersebut dan berniat memasukinya, perusahaan dapat kehilangan pasar. Sekali kehilangan pasar tersebut, bisnis perusahaan akan terganggu